Aplikasi Floating Shelf di Kamar Kost

Aplikasi floating shelf, selain untuk mengefisienkan ruang juga bisa menjadi daya tarik tersendiri. Ruang terlihat unik dan tidak monoton. Floating shelf bisa diterapkan pada kamar kost, karena luasannya cenderung terbatas, manfaat lainnya memudahkan akses pada barang-barang yang paling sering digunakan, juga memberi ornamen dekoratif. Kelebihan lainnya adalah floating shelf dapat menyelamatkan barang-barang penting penghuni ketika terjadi bencana banjir.

Aplikasi-Floating-Shelf-di-Kamar-Kost

Kamar kost ada yang diperuntukkan bagi single atau lajang dan ada yang diperuntukkan bagi keluarga atau pasutri (pasangan suami istri). Kamar kost keluarga atau pasutri membutuhkan ekstra penataan karena barang cenderung lebih banyak, menyesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Bagi kamar kost para lajang, dan masih duduk di perkuliahan, floating shelf dapat diperuntukkan bagi buku-buku tekstual, catatan kuliah, koleksi CD, televisi, gadget & aksesorinya. Bagi yang perempuan, alat kecantikan atau perawatan tubuh dan wajah juga bisa diprioritaskan untuk diletakkan pada rak-rak yang mengambang. Bagi kamar kost lajang namun telah bekerja, dapat memprioritaskan dokumen-dokumen kerja yang diperlukan dalam keseharian profesinya untuk ditempatkan pada floating shelf, selain itu dapat juga meletakkan koleksi bacaan favorit, agenda harian, gadget, televisi, CD player, serta dapur mini. Bagi kamar kos para pasutri atau yang sudah berkeluarga, selain barang-barang elektronik, dapat diprioritaskan untuk meletakkan obat-obatan penting yang dibutuhkan anggota keluarga, pakaian anak-anak, pernak-pernik perawatan tubuh dan dapur mini.

Bagaimana mengaplikasikan floating shelf supaya memberi kesan luas namun menarik?

Pertama-tama, klasifikasikan barang-barang. Barang-barang yang akan Anda masukkan ke dalam kamar kos, perlu dikumpulkan berdasar seberapa intens Anda akan mengakses barang tersebut, seberapa penting dibutuhkan dalam keadaan darurat, juga apakah barang tersebut jenis barang elektronika dan non elektronika. Lalu, barang-barang yang memenuhi kategori intens, penting darurat dan elektronika dapat diprioritaskan untuk ditata di rak-rak mengambang.

Kedua, meringkas barang-barang lainnya yang tentu saja tak memenuhi ketiga kategori tersebut. Meringkasnya dapat memanfaatkan boks-boks plastik atau dus, lalu disimpan di bawah dipan kasur. Penyimpanan ini juga memudahkan jika akan berpindah lokasi tempat tinggal.

Ketiga, mendesain bentuk rak. Dalam mendesain, perlu mencermati sisi tembok yang akan digunakan dan berapa luasannya. Supaya maksimal, manfaatkan sisi tembok yang tak berdekatan dengan pintu dan jendela. Supaya tak monoton, dapat dibuat bentuk yang tak melulu persegi, atau membuat sudut-sudut lengkung pada rak. Bisa juga melakukan observasi secara langsung maupun online, tentang aneka barang yang bisa dipajang secara unik, namun mampu menampung barang-barang yang dimiliki. Contohnya saja; kaleng krupuk. Jika diberi cat warna-warni, dihias dan dihilangkan kacanya maka bisa menjadi pajangan bagi buku-buku maupun aksesori gadget.

Keempat, pemajangan rak-rak. Pemajangan rak baiknya mempertimbangkan pula kemudahan kita untuk memindahkan. Bagaimanapun kamar kost bukanlah tempat tinggal permanen, ada peluang untuk pindahan kost. Selain itu, pertimbangkan estetika susunan rak, dapat dicoba selang-seling namun tak lupa disusun sesuai jangkauan tangan. Ingin nyaman, betah, mudah dan murah, maka mulailah berkreasi aplikasi floating shelf di kamar kost Anda.

Add Comment