Indahnya Pemandangan dari Gardu Gunung Mahawu

Sewakost.com – Indahnya Pemandangan dari Gardu Gunung Mahawu. Disebut Gunung Mahawu karena orang-orang Minahasa menyebut kata ‘mahawu’ yaitu mengeluarkan abu.  Selain bisa melihat pemandangan yang indah, tubuh akan sehat karena wisata ini bisa menjadi sarana olahraga sekaligus. Lho, kenapa bisa sambil olahraga? Karena kita akan mendaki gunung setinggi 2324 mdpl. Lokasi gunung ini berada di timur Gunung Lokon, Sulawesi Utara.

Indahnya Pemandangan dari Gardu Gunung Mahawu

Gunung ini meletus untuk pertama kali pada 1789. Kemudian menyusul letusan berikutnya di tahun 1977, 1994,dan terakhir pada 1999. Akibat letusan terakhir tersebut, air kawah berwarna hijau dengan kandungan belerangnya lenyap seketika.

Saat ini, gunung ini termasuk gunung yang tidak aktif, sehingga aman untuk trekking atau wisata puncak gunung.  Pengelola wisata ini juga telah membuat nyaman pengunjungnya dengan membuat pagar besi sepanjang jalan naik setapak yang telah disemen. Fungsi dari pagar ini adalah untuk memberikan pertolongan kepada pengunjung jika kelelahan dalam mendaki.

Sebenarnya cukup membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja dari bawah hingga puncak. Namun akan semakin lama lagi sampai di puncak jika selama mendaki sebanyak 150 anak tangga terlalu banyak berhenti.

Jika berencana mengunjungi tempa ini, pastikan membawa perlengkapan  seperti senter, baju hangat, jaket, kamera. Kenapa perlu senter? Ini penting bagi yang ingin mendapatkan momen indah di pagi hari, sunrise. Pastikan berangkat sedini hari mungkin untuk bisa menikmati indahnya peristiwa saat mentari muncul perlahan dari ufuk timur.

Jika sudah mengabadikan momen terbitnya matahari, silahkan berkeliling kawah gunung yang diameternya 180m. Dari gardu pandang, kita bisa melihat Gunung Soputan, dan Bukit Kasih Kanonang di sebelah selatan. Lalu di sebelah utara, mata kita bisa melihat Bunaken dengan jelas, serta Gunung Manado Tua. Setelah lelah mendaki dan mengelilingi kawah, saatnya memanjakan perut dengan mampir ke Pasar Tomohon yang tidak jauh dari lokasi untuk mencicipi makanan khas Manado, seperti tinutuan (bubur khas manado), miedal, dan mie cakalang. Selamat berlibur…!

Add Comment